Kamis, 08 Oktober 2009

SKRIPSI - CONTOH PENULISAN MATERI DAN METODE

Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan di Koperasi Peternakan Pasir Salam, Desa Kertaangsana Kecamatan Nyalindung Sukabumi Jawa Barat dengan komoditas sapi perah dan populasinya tercatat 501 ekor dengan rincian sapi induk yang ditempatkan dalam kandang kelompok ada 300 ekor, sisanya adalah pedet, dara, sapi jantan. Penelitian dilakukan pada tanggal 10 Agustus sampai 25 Agustus 2008.

Materi
Sapi perah yang dijadikan sampel adalah bangsa sapi perah Friesian Holstein. Data yang dikumpulkan merupakan catatan reproduksi dari 60 ekor dari 300 ekor sapi perah induk laktasi yang dibagi dalam tiga kelompok umur yaitu empat sampai enam tahun, tujuh sampai sembilan tahun dan 10 tahun keatas dengan catatan sapi yang dipilih minimal telah beranak dua kali maupun yang sedang laktasi pertama namun telah bunting kedua, catatan berdasarkan recording oleh koperasi sampai bulan Agustus 2008.

Metode
Metode Pengambilan sampel
Metode pengambilan sampel dengan teknik penarikan contoh berlapis (Proportional stratified random sampling) (Steel dan Torrie (1993). Sebanyak 300 ekor sapi yang berada dalam enam buah kandang laktasi masing-masing berisi sekitar 50 ekor sapi , dipilih sebanyak 60 ekor sapi yaitu 10 ekor/kandang diambil secara acak sederhana yaitu sebanyak 20% tiap kandangnya yang dalam pemilihannya dibedakan dalam tiga tingkatan umur.

Metode Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan metode survey. Survey dilakukan untuk mengumpulkan data primer dan sekunder. Data primer diambil langsung dengan cara pengamatan langsung dan melalui kegiatan manajemen berupa aspek teknis pemeliharaan sapi perah, data sekunder diambil dari catatan reproduksi yang telah tersedia.
Pengambilan data Primer. Data primer yaitu data profil teknis pemeliharaan sapi perah meliputi pakan, perkandangan, pemeliharaan, pemerahan, produksi susu dan pemasaran serta gangguan reproduksi dan penyakit diperoleh melalui beberapa cara yaitu mengenai pakan yang diberikan diperoleh dengan praktek langsung dilapangan dan dibantu oleh peternak setempat, data perkandangan diperoleh dengan pengamatan langsung, pengukuran kandang dan aspek kebersihan, informasi tentang manajemen pemeliharaan diperoleh dari pengamatan dan praktek langsung dengan peternak, data pemerahan diperoleh dengan cara pengamatan dan praktek dilapangan, produksi dan pemasaran diperoleh dari pengamatan dan data sekunder yang tersedia.
Pengambilan Data Sekunder. Enam puluh ekor dari 300 ekor induk sapi perah laktasi dipilih secara acak dan kemudian dihitung rata-rata penampilan reproduksinya, kemudian dikelompokkan dalam tiga kelompok umur berbeda untuk mengetahui pengaruh umur terhadap penampilan reproduksi. Kelompok umur pertama berjumlah 20 ekor dengan umur sekitar empat sampai enam tahun. Kelompok umur kedua berjumlah 20 ekor dengan umur sekitar tujuh sampai sembilan tahun. Kelompok umur ketiga berjumlah 20 ekor dengan umur 10 tahun keatas.
Data yang diambil dalam penelitian ini antara lain umur sapi, Service per conception, days open, Post partum mating dan Calving interval.
Umur sapi diperoleh dari data periode Agustus 2008 dikurangi dengan tanggal kelahiran sapi.
Service per conception diperoleh dengan menghitung jumlah perkawinan pada tiap kebuntingan kemudian dirata-rata.
Post partum mating diperoleh dengan menghitung jarak waktu sapi tersebut beranak sampai dikawinkan kembali.
Days open diperoleh dengan menghitung jarak waktu sapi tersebut beranak sampai bunting kembali.
Calving interval didapat dari jarak antara dua kali beranak yang berurutan.

Analisis Data
Profil Teknis
Profil teknis yang diamati dalam penelitian ini meliputi pakan, kandang, pemerahan dan produksi serta gangguan reproduksi dan penyakit. Pakan meliputi kualitas dan kuantitas, perkandangan meliputi bentuk kandang, ukuran, produksi kotoran dan jarak antar sapi, pemerahan dan produksi meliputi cara pemerahan, jumlah produksi dan kualitas susu.

Kinerja Reproduksi pada tiga kelompok umur
Sapi dikelompokkan menjadi tiga berdasarkan kelompok umur yaitu umur empat sampai enam tahun, umur tujuh sampai sembilan tahun dan umur 10 tahun keatas kemudian dianalisis dengan one-way anova dilanjutkan dengan uji Duncan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar